Saturnus adalah salah satu planet terindah di Tata Surya karena
memiliki cincin yang cantik yang mengelilingi dirinya. Planet cincin nan
cantik ini berada jauh dari Matahari kalau dibanding dengan jarak Bumi
ke Matahari. Karena itu, Saturnus membutuhkan waktu yang lebih lama
untuk bisa mengelilingi Matahari.
Tahun adalah waktu yang dibutuhkan sebuah planet untuk mengelilingi
Matahari sebanyak satu kali. Tapi lamanya satu tahun di tiap planet
berbeda karena tiap planet membutuhkan waktu yang berbeda untuk
mengelilingi Matahari. Satu tahun di Saturnus jauh lebih lama dibanding
satu tahun di Bumi. Ketika Saturnus menyelesaikan satu putarannya pada
Matahari, maka itu sama dengan 30 tahun di Bumi.
Astronom juga mengetahui kalau setahun sekali dalam 1 tahun Saturnus –
atau 30 tahun sekali berdasarkan waktu Bumi, badai besar terjadi di
atmosfer Saturnus yang biasanya tenang. Astronom Leigh Fletcher dari
Universitas Oxford, Inggris, adalah salah satu astronom yang mempelajari
badai di Saturnus semenjak pertama kali terlihat bulan Desember lalu.
Jumat, 14 Oktober 2011
Tatapan Sepasang Mata dari Angkasa
Tidak biasanya ketika astronom sedang melihat ke angkasa mereka
menemukan sepasang mata lain sedang menatap mereka. Itulah yang terjadi
kali ini. Tapi bukan mata alien yang sedang menatap mereka. Itu adalah
mata sepasang galaksi yang diberi julukan “The Eyes” karena keduanya
tampak seperti sepasang bola mata putih yang bersinar di malam hari!.
Pada pandangan pertama, kedua galaksi tidak tampak mirip seperti
mata. Hal ini karena foto tersebut diambil oleh teleskop bernama Very
Large Telescope. Kalau ingin bisa melihat galaksi itu agar tampak
seperti sepasang mata, coba perhatikan foto di atas dengan lebih teliti
lagi atau akan jauh lebih baik jika kedua galaksi tersebut dilihat
dengan teleskop yang lebih kecil. Dan keduanya akan tampak seperti
sepasang mata yang sedang menatap dari angkasa!.
Galaksi yang di sebelah kiri pada foto tampak seperti memiliki memar – si mata hitam! Bagian paling gelap dari memar itu merupakan debu dan area berwarna biru merupakan bintang biru yang merupakan bintang muda. Galaksi lainnya tidak memiliki debu atau bintang dan tampak seperti disobek oleh kekuatan yang sangat kuat ketika kedua galaksi berada dekat satu dengan yang lainnya.
Kedua galaki itu akan saling mendekat sampai keduanya menjadi satu. Pada saat mereka bersatu, nama Mata tidak akan cocok lagi. Akan dibutuhkan nama yang baru. Tapi itu masih lama baru terjadi, sehingga masih ada banyak waktu bagi astronom untuk memikirkan nama baru.
Fakta Menarik : Galaksi kita, Bima Sakti suatu hari nanti akan bertabrakan dengan galaksi tetangga yang bernama Galaksi Andromeda. Itu akan terjadi 3 -4 milyar tahun lagi.
Sumber : Space Scoop Universe Awareness
Pasangan NGC 4438 dan NGC 4435, yang dijuluki The Eyes atau Mata. kredit : ESO
Galaksi yang di sebelah kiri pada foto tampak seperti memiliki memar – si mata hitam! Bagian paling gelap dari memar itu merupakan debu dan area berwarna biru merupakan bintang biru yang merupakan bintang muda. Galaksi lainnya tidak memiliki debu atau bintang dan tampak seperti disobek oleh kekuatan yang sangat kuat ketika kedua galaksi berada dekat satu dengan yang lainnya.
Kedua galaki itu akan saling mendekat sampai keduanya menjadi satu. Pada saat mereka bersatu, nama Mata tidak akan cocok lagi. Akan dibutuhkan nama yang baru. Tapi itu masih lama baru terjadi, sehingga masih ada banyak waktu bagi astronom untuk memikirkan nama baru.
Fakta Menarik : Galaksi kita, Bima Sakti suatu hari nanti akan bertabrakan dengan galaksi tetangga yang bernama Galaksi Andromeda. Itu akan terjadi 3 -4 milyar tahun lagi.
Sumber : Space Scoop Universe Awareness
MENGUNGKAP RAHASIA ALAM SEMESTA "MULTIVERSE"
Apakah alam semesta itu hanya satu? Ataukah ada alam semesta lainnya?
Sekelompok peneliti yang dipimpin Stephen Feeney mencoba memberi jawaban atas pertanyaan tersebut. Hasil penelitian mereka menunjukkan adanya sesuatu yang lain dalam echo (gaung) dentuman besar. Mereka memulai analisanya dari pemodelan alam semesta yang berbeda yang disebut inflasi abadi.
Teori Inflasi Abadi
Dalam pemodelan Inflasi Abadi, alam semesta yang bisa diamati akan berada di dalam sebuah gelembung yang melekat dalam dunia paralel yang luas (multiverse / banyak alam semesta). Sebagian multiverse ini sedang mengalami pengembangan dengan percepatan super.
Artinya, alam semesta kita tidak sendiri. Ada alam semesta lain dalam gelembung di kosmos yang luas ini, dan bisa jadi hukum fisika yang berlaku dalam alam semesta lain tersebut berbeda dengan yang ada di alam semesta kita.
Pengujian skenario ini tidaklah mudah karena inflasi abadi merupakan epoh pre-inflasi (sebelum terjadinya inflasi) dan sinyal dari luar gelembung alam semesta kita akan ditarik di horison / cakrawala dalam skala super yang tidak teramati.
Meskipun demikian, ada kemungkinan lain untuk bisa menelusuri epoh ini melalui tabrakan antara gelembung vakum. Maksutnya, alam semesta yang diamati dalam gelembung-gelembung jelas memiliki masa lalu yang keras dan saling bertabrakan menyisakan tanda kosmik di tempat mereka bersentuhan. Tabrakan yang terjadi akan menghasilkan inhomegenitas pada bagian dalam gelembung, sehingga tanda tersebut tentu akan bisa dilihat di masa kini dalam lata belakang gelombang mikro kosmik.
Hasil yang ada saat ini juga menunjukkan kalau keberadaan tabrakan antar gelembung memang memungkinkan dan cocok dengan pengamatan kosmologi. Dalam beberapa model, tabrakan cenderung terjadi dalam kerucut cahaya masa lalu kita dan tabrakan tersebut bisa meninggalkan tanda yang dapat diamati.
Sekelompok peneliti yang dipimpin Stephen Feeney mencoba memberi jawaban atas pertanyaan tersebut. Hasil penelitian mereka menunjukkan adanya sesuatu yang lain dalam echo (gaung) dentuman besar. Mereka memulai analisanya dari pemodelan alam semesta yang berbeda yang disebut inflasi abadi.
Teori Inflasi Abadi
Dalam pemodelan Inflasi Abadi, alam semesta yang bisa diamati akan berada di dalam sebuah gelembung yang melekat dalam dunia paralel yang luas (multiverse / banyak alam semesta). Sebagian multiverse ini sedang mengalami pengembangan dengan percepatan super.
Artinya, alam semesta kita tidak sendiri. Ada alam semesta lain dalam gelembung di kosmos yang luas ini, dan bisa jadi hukum fisika yang berlaku dalam alam semesta lain tersebut berbeda dengan yang ada di alam semesta kita.
Pengujian skenario ini tidaklah mudah karena inflasi abadi merupakan epoh pre-inflasi (sebelum terjadinya inflasi) dan sinyal dari luar gelembung alam semesta kita akan ditarik di horison / cakrawala dalam skala super yang tidak teramati.
Meskipun demikian, ada kemungkinan lain untuk bisa menelusuri epoh ini melalui tabrakan antara gelembung vakum. Maksutnya, alam semesta yang diamati dalam gelembung-gelembung jelas memiliki masa lalu yang keras dan saling bertabrakan menyisakan tanda kosmik di tempat mereka bersentuhan. Tabrakan yang terjadi akan menghasilkan inhomegenitas pada bagian dalam gelembung, sehingga tanda tersebut tentu akan bisa dilihat di masa kini dalam lata belakang gelombang mikro kosmik.
Hasil yang ada saat ini juga menunjukkan kalau keberadaan tabrakan antar gelembung memang memungkinkan dan cocok dengan pengamatan kosmologi. Dalam beberapa model, tabrakan cenderung terjadi dalam kerucut cahaya masa lalu kita dan tabrakan tersebut bisa meninggalkan tanda yang dapat diamati.
Kamis, 13 Oktober 2011
Bintang terbesar bintang VY CHANIS MAJORIS
Tahukah kamu kalau bumi kita itu hanya sebesar debu kalu di bandingkan dengan bintangVY Canis Majoris, VY Canis Majoris adalah bintang terbesar di alam semesta (jagat raya) yang diketahui oleh manusia. VY Canis Majoris berada di gugusan bintang Canis Major.
Karena saking besarnya, ia termasuk salah satu bintang yang paling
terang cahayanya. Letaknya sekitar 4.900 tahun cahaya dari bumi. Bintang ini pertama kali diketahui berdasarkan katalog dari Jerome Lalande
pada 7 Maret 1801. Katalog tersebut mencatat VY Canis Majoris sebagai 7
bintang besar. Sejak tahun 1847, VY Canis Majoris diketahui sebagai
bintang merah. Dengan suhu sekitar 3000 K, suhu yang termasuk dingin
untuk sebuah bintang.
Tidak seperti bintang-bintang besar lainnya VY canis majoris adalah bintang tunggal dan bukan sistem
Tidak seperti bintang-bintang besar lainnya VY canis majoris adalah bintang tunggal dan bukan sistem
Seberapa masifkah lubang hitam ??
Magnetar, tipe dalam Bintang Netron yang memiliki medan magnet
ultra-kuat, bahkan ribuan kali lebih kuat dari bintang netron normal dan
menjadikan mereka magnet paling kuat di kosmos. Dengan menggunakan Very Large Telescope
milik ESO, astronom eropa untuk pertama kalinya bisa menyaksikan
terbentuknya magnetar dari sebuah bintang yang massanya 40 kali massa
Matahari.
ALAM SEMESTA
“Dari mana planet dan kita berasal?”… “Dari mana semua ini berawal?”…
Mungkin ini adalah pertanyaan yang paling sering diperdebatkan para
ilmuan. Saya akan membawa para Netsainers pergi 13,7 milyar tahun yang
lalu untuk melihat bagaimana Alam semesta terbentuk, dari mana semua
unsur berasal, dan bagaimana semua ini akan berakhir.
Teori Pembentukan Alam Semesta
Hingga Tahun 1928 banyak sekali teori bagaimana alam semesta ini berawal, dari teori ada dengan seketika sampai teori radikal yang mengatakan bahwa alam semesta tidak mempunyai awal maupun akhir, tapi semua itu hanyalah sebuah asumsi dan sama sekali tidak terbukti. Tuan Hubble Pada tahun 1929 sedang mengamati ledakan supernova, sinar yang super terang dari supernova itu membuatnya sadar bahwa galaksi didekatnya semakin menjauh pada setiap detiknya. Lalu dia mengamati frekuensi cahaya dari galaksi yang menjauh itu, apa yang dia dapat sangat mengejutkan, frekuensinya semakin menurun dan merubah warna cahaya galaksi itu menjadi merah. Perubahan warna yang radikal itu membuktikan bahwa alam semesta sedang memuai dengat sangat cepat!! Ketika itu dia menyadari bahwa dahulu kala alam semesta pernah saling berdekatan bahkan menyatu menjadi sebuah titik kecil, lalu energi yang besar membuatnya memuai. Kemudian teori Big Bang mulai diakui oleh dunia.
Teori Pembentukan Alam Semesta
Hingga Tahun 1928 banyak sekali teori bagaimana alam semesta ini berawal, dari teori ada dengan seketika sampai teori radikal yang mengatakan bahwa alam semesta tidak mempunyai awal maupun akhir, tapi semua itu hanyalah sebuah asumsi dan sama sekali tidak terbukti. Tuan Hubble Pada tahun 1929 sedang mengamati ledakan supernova, sinar yang super terang dari supernova itu membuatnya sadar bahwa galaksi didekatnya semakin menjauh pada setiap detiknya. Lalu dia mengamati frekuensi cahaya dari galaksi yang menjauh itu, apa yang dia dapat sangat mengejutkan, frekuensinya semakin menurun dan merubah warna cahaya galaksi itu menjadi merah. Perubahan warna yang radikal itu membuktikan bahwa alam semesta sedang memuai dengat sangat cepat!! Ketika itu dia menyadari bahwa dahulu kala alam semesta pernah saling berdekatan bahkan menyatu menjadi sebuah titik kecil, lalu energi yang besar membuatnya memuai. Kemudian teori Big Bang mulai diakui oleh dunia.
HUBBLE TELESKOP
Gegap gempitanya tidak terasa di Indonesia ketika akhir April lalu teleskop Hubble genap berusia 20 tahun di antariksa. Memang di sinilah ironinya. Ketika bangsa lain telah melambung jauh dalam upaya memahami semesta, bangsa kita terpuruk dalam persoalan keseharian yang tidak membanggakan: pertikaian, kemiskinan, dan korupsi yang tiada habisnya.
Tak ada yang pernah menduga, kehadiran teleskop Hubble telah menjawab pertanyaan manusia yang paling mendasar tentang pembentukan alam semesta, tata surya, Bumi, dan terutama asal usul manusia. ”Kuncinya ada pada temuan bahwa bintang-bintang yang baru lahir mengandung elemen kimia yang sama dengan penyusun tubuh manusia,” kata John Grunsfeld, mantan astronot yang tiga kali ikut misi perbaikan teleskop Hubble, seperti dikutip CNN.
EXOPLANET
Ada beberapa tempat di Bumi yang ekstrim: sebut saja kutub Utara dan
kutub Selatan dengan temperaturnya yang membekukan, laut terdalam yang
tidak dapat dicapai oleh sinar Matahari dan bagian dalam gunung api yang
panas. Tapi tidak ada satupun dari area ini yang bisa menyamai kondisi
keras di beberapa planet lain di alam semesta.
Sebagai contoh, dengan menggunakan teleskop sinar-X Chandra yang
berada di ruang angkasa, astronom berhasil menemukan planet jauh yang
dihujani radiasi sinar-X oleh bintang yang dikelilinginya. Radiasi
sinar-X ini 100000 kali lebih intens dari yang diperoleh Bumi dari
bintang terdekatnya, Matahari!
Karena planet ini ditemukan di luar Tata Surya, maka sistem planet seperti ini disebut juga planet extrasolar atau planet luar-surya. Exoplanet ini termasuk masif sekitar 3 kali Jupiter, atau 1000 kali Bumi. Ia juga berada jauh lebih dekat ke bintangnya dibanding Bumi ke Matahari. Akibatnya ia masuk dalam garis tembakan sinar-X yang intens itu.
Untuk mengetahui lebih banyak tentang exoplanet ini, astronom menggabungkan pengamatan yang dilakukan Chandra dengan pengamatan teleskop lain yang ada di Bumi yakni Very Large Telescope. Hasilnya, astronom menemukan kalau radiasi sinar-X tersebut menghancurkan sekitar 5 juta ton materi di planet itu setiap detik!.
Astronom Sebastian Schroeter mengatakan: “Planet ini sedang digoreng oleh bintangnya.”
Fakta Menarik : Bentuk kehidupan, seperti bakteri ada yang bisa selamat dalam lingkungan ekstrim di Bumi. Namanya extremophiles. Bisakah kita menemukan extremophiles alien hidup di lingkungan yang lebih keras dan ekstrim di alam semesta?
Sumber : Space Scoop Universe Awareness
CoRoT-2a, planet yang dihujani sinar-X. kredit : NASA/CXC/M.Weiss
Karena planet ini ditemukan di luar Tata Surya, maka sistem planet seperti ini disebut juga planet extrasolar atau planet luar-surya. Exoplanet ini termasuk masif sekitar 3 kali Jupiter, atau 1000 kali Bumi. Ia juga berada jauh lebih dekat ke bintangnya dibanding Bumi ke Matahari. Akibatnya ia masuk dalam garis tembakan sinar-X yang intens itu.
Untuk mengetahui lebih banyak tentang exoplanet ini, astronom menggabungkan pengamatan yang dilakukan Chandra dengan pengamatan teleskop lain yang ada di Bumi yakni Very Large Telescope. Hasilnya, astronom menemukan kalau radiasi sinar-X tersebut menghancurkan sekitar 5 juta ton materi di planet itu setiap detik!.
Astronom Sebastian Schroeter mengatakan: “Planet ini sedang digoreng oleh bintangnya.”
Fakta Menarik : Bentuk kehidupan, seperti bakteri ada yang bisa selamat dalam lingkungan ekstrim di Bumi. Namanya extremophiles. Bisakah kita menemukan extremophiles alien hidup di lingkungan yang lebih keras dan ekstrim di alam semesta?
Sumber : Space Scoop Universe Awareness
Rabu, 12 Oktober 2011
BINTANG NEUTRON
Dari sekian banyak bintang di angkasa, ada satu
bintang yang menarik perhatian ilmuwan hingga saat ini. Bintang neutron,
begitu namnya, menarik perhatian para ilmuwan karena kondisinya yang
sangat ekstrem.
Betapa tidak. Bintang yang
memiliki diameter hanya sekitar 25 km ini memiliki massa sekitar 1,4
kali massa matahari atau setara dengan setengah juta kali massa bumi.
Dengan demikian medan gravitasi di permukaan bintang ini berkisar 200
milyar kali lebih kuat dari medan gravitasi di permukaan bumi.
Medan
gravitasi sebesar ini akan mampu meremukkan benda-benda yang ada
dipermukaannya serta atom-atom penyusun benda tersebut. Sebagai
gambaran, seseorang yang jatuh ke permukaan bintang neutron akan
menabrak permukaannya dengan kecepatan 150.000 km per detik atau energi
yang dihasilkan oleh tabrakan tersebut setara dengan 100 megaton ledakan
nuklir. Tidak hanya sampai di situ. Sebuah bintang neutron dapat
memiliki medan magnetik hingga 100 gigatesla. Medan magnet sebesar itu
dapat menghancurkan semua informasi di dalam semua kartu kredit yang ada
di atas permukaan bumi, jika bintang neutron diletakkan pada orbit
bulan. Sebagai perbandingan, medan magnet bumi hanya berkekuatan sekitar
60 mikrotesla.
Langganan:
Komentar (Atom)

